Surya, 13 Maret 2002
Budayawan KH Zawawi Imron

" Ajari anak seni Islami"

Saya bingung Pak Kiai, apa nanti di akhirat saya dimimtai tanggung jawab oleh Allah karena mengajarkan tari dan nyanyi pada anak2. Katanya kesenian dilarang agama," ujar Latifah guru TK Masyitoh Selasa (12/3).
Pak Kiai yang dimaksud Latifah, KH Zawawi Imron tersenyum melihat kebingungan peserta dialog Pentingnya Memahami Jiwa seni pada Anak. Dengan gaya budayawan, ulama asal Madura itu menjelaskan boleh tidaknya anak Muslim mengekspresikan seninya.
Kata Zawawi setiap anak membutuhkan seni. Orang tua dan guru dituntut memperhatikan manfaat aktifitas kesenian yang dilakukan anak2."Sebenarnya dunia Islam mengenal seni. Misalnya lantunan adzan ada unsur seninya. Kalau tidak kedengarannya hambar" kata Zawawi. Budayawan celurit emas ini mengakui ada dualisme pandangan ulama soal seni. Sebagian ulama membolehkan sebagian menolak dan mengharamkan. "Perbedaan pandangan soal seni dalam Islam dikatakan ikhfalaf" ujar Zawawi. Oleh karena ada dua pandangan Zawawi menyarankan para guru tak menghentikan aktifitasnya mengajar kesenian siswanya, terutama yang bernafas keagamaan. "Jangan diajari misalnya nyanyian berbau asusila," katanya.
Sekitar 90 menit Zawawi memberi kesempatan guru dan wali murid bertanya jawab. Dialog dalam rangkaian Open House TK 15 dan SD 11 Al-Azhar dihalaman dalam kampus Mulyosari itu berakhir sekitar pukul 11.WIB. Sebelum dan sesudah dialog, siswa-siswi TK dan SD Al-Azhar menampilkan kreasi seni, diantaranya tari dan lagu. Seni bernuansa Islami nampak ketika siswa-siswi kelas III dan kelas IV SD melantunkan Sholawat Badar dengan iringan gending-gending karawitan (pri)

Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
Komplek Masjid Agung Al-Azhar
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta
Cabang Jawa Timur
Jl. Raya Mulyosari 368 Surabaya 60113
Telp : (031) 593 5661, 598 2608
Fax : (031) 593 5661
Email : info@alazhar-jatim.com