|
|
|
Surya, 23 Februari 2002
|
|
|
Pernik
Idhul Aldha siswi-siswi YPI Al-Azhar
|
Malam
wajib takbiran, pagi saksikan sang jagal
|
 |
Dua siswi SD 11
Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar tertegun mengamati
kambing2 tanpa kulit Jumat (22/2).Sesekali mereka berbisik
kemudian kedua bahunya terangkat seakan bergidik. "Ih,
itu kan kambingnya Nadia. Nanti kita beritahu kambingnya
sudah disembelih untuk korban" ujar Sarah kepada
temannya Yuli.
Murid kelas IV itu kembali mengamati kambing2 yang
tergantung di tiang besi. Mereka seolah tidak memperdulikan
bau tidak sedap kotoran dan darah hewan korban itu.
Yuli berkali-kali melihat kepala beberapa kambing yang
lehernya hampir putus. Di leher kambing tergantung kayu
bertuliskan nama penyumbang. " Sarah dimana kambingmu?"
tanya Yuli sambil menggamit Sarah.
"Kambing saya sudah terbang ke surga. Pagi tadi dia
sudah disembelih," ujar Sarah tersenyum sambil
memandang langit.
Selain Sarah dan Yuli tercatat 60 siswa-siswi TK 15 dan SD
11 Al-Azhar berkorban kambing saat Idul Adha 1422 Hijriah
kemarin. Seluruh kambing kurban langsung didistribusikan
kepada kaum fakir miskin sekitar kampus YPIA Al-Azhar Cabang
Jatim di Jalan Raya Mulyosari 368. Terutama warga miskin
disepanjang pantai timur Surabaya dan pemulung di kawasan
Keputih.
"Yang disembelih 40 ekor. Sisanya diberikan kepada
panti2 asuhan dan sekolah dalam keadaan hidup. Mereka
sendiri yang menyembelih dan dibagikan ke warga sekitarnya."
kata pengajar agama Islam TK 15 - SD 11 Al-Azhar, H.Umar
Faruq.
Menurut Umar Faruq penyembelihan kambing di Al-Azhar diawasi
dengan ketat. Setiap memotong leher kambing sang jagal harus
menyebut asma Allah. Nama penyumbang yang tergantung di
leher kambing juga harus disebut dalam doa penyembelihan
kambing korban. "Itu sesuai syariat Islam sehingga
mereka yang berkorban tidak sia-sia ibadahnya,"
paparnya. Kepada siswa-siswi Al-Azhar, lanjut Umar Faruq,
ditekankan pemahaman berkorban sehingga mereka tidak hanya
melihat ada kegiatan menyembelih dan membagi daging korban,
"Ibadah ini termasuk tes ketakwaan dan kepatuhan kepada
Allah" tutur Umar Faruq.
Ritual Idul Adha ini menurut Umar Faruq mendukung tujuan
menjadikan siswa unggul diberbagai bidang dan berdaya nalar
baik.
Usai acara penyembelihan kemarin, panitia langsung membagi
daging kambing menjadi 400 bungkus sesuai kupon yang telah
disebar. Masing2 paket berisi 1 kg daging ditambah uang
Rp.5000. "Pengalaman tahun lalu banyak yang kesulitan
masak daging kambing karena tidak punya uang. Kami kira
dengan uang Rp.5000,- itu cukup untuk membeli bumbu dan
kebutuhan memasak lainnya," tambah Ketua YPIA Al-Azhar
Cabang Jatim H. Babah Moetaryoga.
Malam sebelum penyembelihan, semua murid mulai kelas III,
mengadakan takbiran bersama di kampus Al-Azhar. Disela
mengagungkan asma Allah yang berakhir pukul 22.00 WIB itu,
juga diselingi ceramah agama oleh KH Abdul Azis. Siswa-siswi
kalangan menengah atas itu diceramahi hakikat berkurban.
"Tradisi ini kami pertahankan dan ditingkatkan
ditahun-tahun selanjutnya" tutur Umar Faruq.(pri)
|
|
|
|
|
|