Surya, 11 Februari 2002

Tak cukup mutakhirkan nalar siswa, imtaq turut diutamakan

Tahun ajaran baru masih 6 bulan, para ortu rebutan SD Al-Azhar

Pengantar Redaksi : Tahun ajaran masih 5 bulan lagi, tapi para orangtua siswa mulai berebut kursi di TK dan SD Al-Azhar. Bahkan diantaranya ada yang rela inden setahun agar bisa sekolah di lembaga pendidikan Islam ini. Keistimewaan seperti apa yang diburu, ikuti laporan berikut.
Lima ibu yang menggandeng anak masing2, tergopoh menemui Satpam TK 15 dan SD 11 Al-Azhar yang berada di satu kompleks di Jl. Raya Mulyosari 368, Minggu (10/2).
Anak2 yang berusia tujuh tahunan itu bak anak ayam, mengikuti langkah kaki sang ibu yang menentang stofmap. Para ortu ini mencari tahu perihal pendaftaran SD sekolah unggulan itu.
Dengan ramah satpam menyilakan kelima ibu datang pada hari kerja. "Nah benar kan! Kalau minggu pendaftaran tutup," sergah Ny. Fenti warga perumahan Manyar Tompotika kepada ibu2 lainnya.
Keempat ibu itupun tersenyum lalu bercanda, sebelum ngeloyor pulang. Terhitung awal Januari 2002, pengurus Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar (YPIA) cabang Jatim memang telah membuka kesempatan warga Surabaya mendaftarkan putra-putrinya masuk TK-SD Al-Azhar. Hingga kemarin, 60 murid baru sudah tercatat baik di TK 15 dan SD 11 Al-Azhar , Surabaya.
Tahun ajaran 2002-2003 nanti kampus Al-Azhar menerima murid baru 100 anak. "Jumlah pendaftar sementara memang kami batasi. Kamiberharap calon pendaftar yang tidak lulus tes, nantinya tak kecewa," tutur Ketua YPIA cabang Jatim H. Babah Moetaryoga.
Para pendaftar wajib memenuhi persyaratan diantaranya lulus tes. Utamanya menyangkut keimanan dan ketakwaan (imtaq) sang anak. Tes masuk sesuai standart Sekolah Islam Al-Azhar yang berpusat di Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Untuk mendukung tujuan menjadikan siswa unggul di berbagai bidang dan berdaya nalar baik, kampus Mulyosari menyediakan laboratorium bahasa Inggris, lab IPA, lab komputer, Pusat sumber Daya (PSD), perpustakaan dan taman bermain.
Setiap hari, siswa didampingi staf pengajar lulusan perguruan tinggi terkemuka. Lulusan siswa SD Al-Azhar pun dibikin mampu membaca AL Qur'an sesuai tartil dan lancar.
Menurut Babah, 20 yayasan pendidikan telah menjalin kerjasama dengan YPIA mengelola sekolah mulai TK sampai SMU Islam Al-Azhar di daerah masing2. Tahun ajaran 2001-2002, YPIA mengelola 58 sekolah dengan mutu sama tersebar di 28 kampus. Universitas Islam Al-Azhar di Indonesia baru ada satu di Jakarta.
Sebagai lembaga pendidikan Islam selama 38 tahun, YPIA mendukung menjamurnya sekolah Islam bermutu. Namun is berharap kehadiran sekolah2 yang lebih mengedepankan sisi bisnis itu seyogyanya disertai pula dengan penghormatan atas hak intelektual, nama Al-Azhar.
"Banyak lembaga pendidikan Islam kurang pede. Mungkin mereka khawatir kekurangan murid kalau tidak memakai embel-embel Al Azhar," kata Babah seraya tersenyum.
Penggunaan nama Al-Azhar di sekolah2 di luar YPIA menurut Babah, menimbulkan kerancuan, kebingungan dan keragu-raguan di masyarakat. "Mereka tidak jujur menginformasikan kepada orang tua calon murid, kalau sekolahnya tidak tergabung dengan Al-Azhar yang berpusat di Masjid Agung Al-Azhar Jaksel," tandasnya. (Pri)

Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
Komplek Masjid Agung Al-Azhar
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta
Cabang Jawa Timur
Jl. Raya Mulyosari 368 Surabaya 60113
Telp : (031) 593 5661, 598 2608
Fax : (031) 593 5661
Email : info@alazhar-jatim.com